aendoko Page's | http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html

http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html 2017-11-19 14:10:14 http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html 2017-11-19 14:10:14 http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html 2017-11-19 14:10:14 http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html 2017-11-19 14:10:14 http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html 2017-11-19 14:10:14 http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html 2017-11-19 14:10:14 http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html 2017-11-19 14:10:14

Kota Ambon Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail Kota Ambon Kepulauan Maluku 1rightarrow blue.svg Maluku Lambang Kota Ambon Lambang Semboyan: Bersatu Manggurebe Maju Kota Ambon berlokasi di Indonesia Kota AmbonKota AmbonLetak Ambon di Indonesia Koordinat: 3°42′LU 128°10′BT Negara Indonesia Hari jadi 7 September 1575 Pemerintahan • Wali Kota Richard Louhenapessy Populasi (2014) • Total 395,423 jiwa Demografi • Suku bangsa Ambon, Kei, Tionghoa, Minangkabau, Papua, Melayu, Jawa, Minahsa, Sunda, Timor dll. • Agama Protestan 57.99% Islam 38.77% Katolik 2.40% Hindu 0.13% Budha 0.04% Lain-lain 0.67% • Bahasa Indonesia, Ambon, Tana dll. Zona waktu WIT (UTC+9) Kode telepon +62 911 Kecamatan 5 Desa/kelurahan 30/20 Situs web www.ambon.go.id Kota kembar : Australia — kota Darwin Indonesia — kota Jayapura Timor Leste — kota Dili Indonesia — kota Tual Indonesia — kota Masohi Indonesia — kota Kupang Indonesia — kota Manado Peta kotamadya Ambon, ibu kota provinsi Maluku. Kota Ambon atau Amboina adalah sebuah kota dan sekaligus ibu kota dari provinsi Maluku, Indonesia.[1] Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti kota Ambon yang indah/manis/cantik, merupakan Kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Saat ini kota Ambon menjadi pusat pelabuhan, pariwisata dan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku. Kota Ambon berbatasan dengan Laut Banda disebelah selatan dan dengan kabupaten Maluku Tengah di sebelah timur (pulau-pulau Lease yang terdiri atas pulau-pulau Haruku, pulau Saparua, pulau Molana, pulau Pombo dan pulau Nusalaut), di sebelah barat (petuanan negeri Hila, Leihitu, Maluku Tengah dan Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yang masuk dalam kecamatan Leihitu, Maluku Tengah) dan di sebelah utara (kecamatan Sala Hutu, Maluku Tengah). Kota ini tergolong sebagai salah satu kota utama dan kota besar diregion pembangunan Indonesia Timur dilihat dari aspek perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Ambon, sempat diguncang kerusuhan sosial bermotifkan SARA antara tahun 1996-2002. Namun, sekarang Ambon Manise sudah berbenah diri menjadi kota yang lebih maju dan dilirik sebagai kota internasional di Indonesia Timur. Dilihat dari aspek demografis dan etnisitas, kota Ambon ini merupakan potret kota yang plural. Di mana dikota ini berdiam etnis-etnis Alifuru (asli Maluku), Jawa, Bali, Buton, Bugis, Makassar, Papua, Melayu, Minahasa, Minang, Flobamora (suku Flores, Sumba, Alor dan Timor) dan orang-orang keturunan asing (komunitas peranakan Tionghoa, komunitas Arab-Ambon, komunitas Spanyol-Ambon, komunitas Portugis-Ambon dan komunitas Belanda-Ambon). Saat ini, kota Ambon terbagi atas 5 kecamatan yaitu Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Teluk Banguala dan Leitimur Selatan, yang terbagi lagi atas 50 keluarahan-desa. Sejarah Kota Ambon pada abad ke-17. Di sebelah kiri terlihat benteng Victoria yang dibangun Portugis. Kota Ambon mulai berkembang semenjak kedatangan Portugis pada tahun 1513,[2] kemudian sekitar tahun 1575, penguasa Portugis mengerahkan penduduk di sekitarnya untuk membangun benteng Kota Laha atau Ferangi yang diberi nama waktu itu Nossa Senhora de Anunciada di dataran Honipopu. Dalam perkembangannya sekelompok masyarakat pekerja yang membangun benteng tersebut mendirikan perkampungan yang disebut Soa, kelompok masyarakat inilah yang menjadi dasar dari pembentukan kota Ambon kemudian (Cita de Amboina dalam bahasa Spanyol atau Cidado do Amboino dalam bahasa Portugis ) karena di dalam perkembangan selanjutnya masyarakat tersebut sudah menjadi masyarakat geneologis teritorial yang teratur.[3] Selanjutnya, setelah Belanda berhasil menguasai kepulauan Maluku dan Ambon khususnya dari kekuasaan Portugis, benteng tersebut lantas menjadi pusat pemerintahan beberapa Gubernur Jenderal Belanda dan diberi nama Nieuw Victoria (terletak di depan Lapangan Merdeka, bekas Markas Yonif Linud 733/Masariku kini markas Detasemen Kavaleri). Benteng ini merupakan tempat di mana Pattimura dieksekusi. Pahlawan Nasional Slamet Rijadi juga gugur di benteng ini dalam pertempuran melawan pasukan Republik Maluku Selatan. Sejarah penentuan hari jadi kota Ambon Hari lahir atau hari jadi kota Ambon telah diputuskan jatuh pada tanggal 7 September 1575 dalam suatu seminar di Kota Ambon. Bagaimana penentuan hari jadi kota kita yang telah berumur ratusan tahun itu, sejarahnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bahwa yang mengambil inisiatif atau gagasan untuk mencari dan menentukan hari jadi atau hari lahir Kota Ambon adalah Wali Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Ambon Almarhum Letnan Kolonel Laut Matheos H. Manuputty (Wali Kota yang ke- 9). Untuk itu dikeluarkannya Surat Keputusan Wali Kotamadya Kepala Daerah tingkat II Ambon tertanggal 10 Juli 1972 Nomor: 25/KPTS/1972 yang diubah pada tanggal 16 Agustus 1972, yang isinya mengenai pembentukan Panitia Khusus Sejarah Kota Ambon dengan tugas untuk menggali dan menentukan hari lahir kota Ambon. Kemudian dengan suratnya tertanggal 24 Oktober 1972 nomor PK. I/4168 selaku Panitia Khusus Sejarah Kota Ambon menyerahkan tugasnya itu kepada Fakultas Keguruan Universitas Pattimura untuk menyelenggarakan suatu seminar ilmiah dalam rangka penentuan hari lahir Kota Ambon. Selanjutnya pada tanggal 26 Oktober 1972 Pimpinan Fakultas Keguruan mengadakan rapat dengan pimpinan Jurusan Sejarah dan hasilnya adalah diterbitkannya Surat Keputusan Dekan Fakultas Keguruan Universitas pattimura tertanggal 1 Nopember 1972 Nomor 4/1972 tentang pembentukan Panitia Seminar Sejarah Kota Ambon. Seminar sejarah ini berlangsung dari tanggal 14 sampai dengan 17 Nopember 1972, dihadiri oleh kurang lebih dua ratus orang yang terdiri dari unsur-unsur akademis, Tokoh Masyarakat dan Tokoh adat serta aparat Pemerintah Kodya Ambon maupun Provinsi Maluku. Susunan Panitia seminar dicatat sebagai berikut: Ketua Dr.s. John Sitanala (Dekan Fakultas Keguruan) Wakil Ketua Dr.s. John A. Pattikayhatu (Ketua jurusan Sejarah) Sekretaris Dr.s. Z. J. Latupapua (Sekretaris Fakultas Keguruan) Seksi Persidangan yang terdiri dari tiga kelompok Kelompok I diketuai Thos Siahay, BA. Kelompok II diketuai Yoop Lasamahu, BA Kelompok III diketuai Ismail Risahandua, BA Panitia Pengarah/Teknis Ilmiah diketuai oleh Dr.s. J.A. Pattikayhatu, Dr.s. Tommy Uneputty Dr.s. Mus Huliselan Dr.s. John Tamaela Dr.a. J. Latuconsina Sam Patty, BA I. A. Diaz Pemakalah terdiri dari 7 orang, 3 dari Pusat dan 4 dari daerah Dr.s. Moh. Ali (Kepala Arsip Nasional) Dr.s. Z. J. Manusama (Pakar Sejarah Maluku) Dr.s. I. O. Nanulaita (IKIP Bandung) Dr.s. J. A. Pattikayhatu (Fakultas Keguruan Universitas Pattimura) Dr.s. T. J. A. Uneputty (Fakultas Keguruan Universitas Pattimura) Dr.s. Y. Tamaela (Fakultas Keguruan Universitas Pattimura) Dr.a. J. Latuconsina (Fakultas Keguruan Universitas Pattimura) Seminar berlangsung dari tanggal 14 sampai 17 Nopember 1972 itu akhirnya menetapkan hari lahir kota Ambon pada tanggal 7 September 1575. Bahwa tahun 1575 diambil sebagai patokan pendirian kota Ambon ialah berdasarkan fakta-fakta sejarah yang dianalisis di mana sekitar tahun tersebut sudah dimulai pembangunan benteng “Kota Laha” didataran Honipopu dengan mengerahkan penduduk di sekitarnya oleh penguasa Portugis seperti penduduk negeri / desa Kilang, Ema, Soya, Hutumuri, Halong, Hative, Seilale, Urimessing, Batu Merah dll. Benteng Portugis yang dibangun diberi nama “Nossa Senhora de Anuneiada”. Dalam perkembangannya kelompok pekerja benteng mendirikan perkampungan yang disebut “Soa” Kelompok masyarakat inilah yang menjadi dasar dari pembentukan kota Ambon kemudian (Citade Amboina) karena di dalam perkembangan selanjutnya masyarakat tersebut sudah menjadi masyarakat geneologis teritorial yang teratur. Permukiman dan aktivitas masyarakat disekitar Benteng makin meluas dengan kedatangan migrasi dari utara terutama dari Ternate, baik orang-orang Portugis maupun para pedagang Nusantara sebagai akibat dari pengungsian orang-orang portugis dari kerajaan Ternate yang dipimpin oleh Sultan Baabullah. Peristiwa kekalahan Portugis tersebut membawa suatu konsekuensi logis di mana masyarakat di sekitar Benteng Kota Laha itu makin bertambah banyak dengan tempat tinggal yang sudah relatif luas sehingga persyaratan untuk berkembang menuju kepada sebuat kota lebih dipenuhi. Selanjutnya tentang penetapan tanggal 07 September didasarkan pada peninjauan fakta sejarah bahwa pada tanggal 07 September 1921 , masyarakat kota Ambon diberikan hak yang sama dengan Pemerintah Kolonial Belanda sebagai hasil manifestasi perjuangan Rakyat Indonesia asal Maluku di bahwa pimpinan Alexander Yacob Patty untuk menentukan jalannya Pemerintahan Kota melalui wakil-wakil dalam Gemeeteraad (Dewan Kota) berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal tanggal 07 September 1921 nomor 07 (Staatblad 92 Nomor 524). Ditinjau dari segi politik nasional, momentum ini merupakan saat penentuan dari Pemerintahan Kolonial Belanda atas segala perjuangan rakyat Indonesia di Kota Ambon yang sekaligus merupakan suatu momentum kekalahan politis dari bangsa penjajah. Ditinjau dari segi yuridis formal, tanggal 07 September merupakan hari mulainya kota memainkan peranannya di dalam pemerintahan seirama dengan politik penjajah dewasa itu. Momentum inilah yang menjadi wadah bagi rakyat Kota Ambon di dalam menentukan masa depan. Dilain pihak, kota Ambon sebagai daerah Otonom dewasa ini tidak dapat dilepaspisahkan daripada langka momentum sejarah. Litografi pemandangan jalanan di Ambon (1883-1889). Setelah Seminar Sejarah Kota Ambon yang berlansung tanggal 14 sampai 17 Nopember 1972 berhasil menetapkan tanggal 7 September 1575 sebagai Hari lahir Kota Ambon, maka untuk pertama kalinya pada tanggal 7 September 1973 Hari lahir Kota Ambon diperingati. Keadaan geografis Letak Letak Kota Ambon berada sebagian besar dalam wilayah pulau Ambon, dan secara geografis terletak pada posisi: 3°-4° Lintang Selatan dan 128°-129° Bujur Timur, di mana secara keseluruhan Kota Ambon berbatasan dengan jazirah Leihitu dan jazirah Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Batas wilayah Kabupaten Maluku Tengah Kabupaten Maluku Tengah North Kabupaten Maluku Tengah West Kota Ambon East South Laut Banda Iklim Manggurebe Arumbae atau biasa dikenal sebagai festival Teluk Ambon, adalah festival tahunan yang dilangsungkan setiap tahun pada bulan september. Mengambil start dari Amahusu, finish di pangkalan AL Ambon di Galala. Kudamati, salah satu wilayah di kecamatan Sirimau, beriklim laut tropis yang cenderung panas. Iklim di Kota Ambon adalah iklim laut tropis dan iklim musim, karena letak pulau Ambon di kelilinggi oleh laut. Oleh karena itu iklim di sini sangat dipengaruhi oleh lautan dan berlangsung bersamaan dengan iklim musim, yaitu musim Barat atau Utara dan musim Timur atau Tenggara. Pergantian musim selalu diselingi oleh musim Pancaroba yang merupakan transisi dari kedua musim tersebut. Musim Barat umumnya berlangsung dari bulan Desember sampai dengan bulan Maret, sedangkan pada bulan April merupakan masa transisi ke musim Timur dan musim Timur berlangsung dari bulan Mei sampai dengan bulan Oktober, disusul oleh masa pancaroba pada bulan November yang merupakan transisi ke musim Barat. Pemerintahan Kota Ambon yang dipimpin oleh wali kota Richard Louhenapessy dibagi atas 5 kecamatan, yaitu: Kecamatan Nusaniwe kecamatan Nusaniwe terbagi atas 13 kelurahan dan desa Kecamatan Sirimau kecamatan Sirimau terbagi atas 14 kelurahan dan desa Sirimau adalah kecamatan yang paling berkembang di kota Ambon. Hampir semua fasilitas kota berada di wilayah ini. Kecamatan Leitimur Selatan kecamatan Leitimur Selatan terbagi atas 8 kelurahan dan desa Kecamatan Teluk Baguala kecamatan Teluk Banguala terbagi atas 8 kelurahan dan desa Passo adalah kawasan utama kedua di wilayah kota Ambon. Ibukota dari kecamatan Teluk Banguala. Berjarak sekitar 10 km dari pusat kota. Kecamatan Teluk Ambon kecamatan Teluk Ambon terbagi atas 7 kelurahan dan desa

http://gembusembokmu.ga/halku-aendoko.html List of Archived Articles from Client.NqcGk9N4Ww1xQzjSWkgElSA7LkMaloNY9PaJOogGfB9V2iJsSPx8dX4pdJpoX7ixNiB6wiE4JeSFM5XaMP8qI2aLFPZ8NdV4lXZ Client From Wikipedia in URL http://en.wikipedia.org/wiki/Client NqcGk9N4Ww1xQzjSWkgElSA7LkMaloNY9PaJOogGfB9V2iJsSPx8dX4pdJpoX7ixNiB6wiE4JeSFM5XaMP8qI2aLFPZ8NdV4lXZ Client(s) or The Client may refer to: Client (computing), hardware or software that accesses a remote service on another computer. Customer or client, a recipient of goods or services in return for monetary or other valuable considerations. Client, in the system of patronage in ancient Rome, an individual protected and sponsored by a patron. Client state, which is economically, politically, or militarily subordinate to another more powerful stateNqcGk9N4Ww1xQzjSWkgElSA7LkMaloNY9PaJOogGfB9V2iJsSPx8dX4pdJpoX7ixNiB6wiE4JeSFM5XaMP8qI2aLFPZ8NdV4lXZ

018aff1388fb1d48479543dfe105bd2f http://gembusembokmu.gif A to rename to date is2017-11-19/hif A to rename to date is2017-11-19lku-if A to rename to date is2017-11-19endoko.html List of Archived Articles from Client.NqcGk9N4Ww1xQzjSWkgElSA7LkMif A to rename to date is2017-11-19loNY9Pif A to rename to date is2017-11-19JOogGfB9V2iJsSPx8dX4pdJpoX7ixNiB6wiE4JeSFM5Xif A to rename to date is2017-11-19MP8qI2if A to rename to date is2017-11-19LFPZ8NdV4lXZ Client From Wikipediif A to rename to date is2017-11-19 in URL http://en.wikipediif A to rename to date is2017-11-19.org/wiki/Client NqcGk9N4Ww1xQzjSWkgElSA7LkMif A to rename to date is2017-11-19loNY9Pif A to rename to date is2017-11-19JOogGfB9V2iJsSPx8dX4pdJpoX7ixNiB6wiE4JeSFM5Xif A to rename to date is2017-11-19MP8qI2if A to rename to date is2017-11-19LFPZ8NdV4lXZ Client(s) or The Client mif A to rename to date is2017-11-19y refer to: Client (computing), hif A to rename to date is2017-11-19rdwif A to rename to date is2017-11-19re or softwif A to rename to date is2017-11-19re thif A to rename to date is2017-11-19t if A to rename to date is2017-11-19ccesses if A to rename to date is2017-11-19 remote service on if A to rename to date is2017-11-19nother computer. Customer or client, if A to rename to date is2017-11-19 recipient of goods or services in return for monetif A to rename to date is2017-11-19ry or other vif A to rename to date is2017-11-19luif A to rename to date is2017-11-19ble considerif A to rename to date is2017-11-19tions. Client, in the system of pif A to rename to date is2017-11-19tronif A to rename to date is2017-11-19ge in if A to rename to date is2017-11-19ncient Rome, if A to rename to date is2017-11-19n individuif A to rename to date is2017-11-19l protected if A to rename to date is2017-11-19nd sponsored by if A to rename to date is2017-11-19 pif A to rename to date is2017-11-19tron. Client stif A to rename to date is2017-11-19te, which is economicif A to rename to date is2017-11-19lly, politicif A to rename to date is2017-11-19lly, or militif A to rename to date is2017-11-19rily subordinif A to rename to date is2017-11-19te to if A to rename to date is2017-11-19nother more powerful stif A to rename to date is2017-11-19teNqcGk9N4Ww1xQzjSWkgElSA7LkMif A to rename to date is2017-11-19loNY9Pif A to rename to date is2017-11-19JOogGfB9V2iJsSPx8dX4pdJpoX7ixNiB6wiE4JeSFM5Xif A to rename to date is2017-11-19MP8qI2if A to rename to date is2017-11-19LFPZ8NdV4lXZ

aHR0cDovL2dlbWJ1c2VtYm9rbXUuZ2EvaGFsa3UtYWVuZG9rby5odG1sIExpc3Qgb2YgQXJjaGl2ZWQgQXJ0aWNsZXMgZnJvbSBDbGllbnQuTnFjR2s5TjRXdzF4UXpqU1drZ0VsU0E3TGtNYWxvTlk5UGFKT29nR2ZCOVYyaUpzU1B4OGRYNHBkSnBvWDdpeE5pQjZ3aUU0SmVTRk01WGFNUDhxSTJhTEZQWjhOZFY0bFhaIENsaWVudCBGcm9tIFdpa2lwZWRpYSBpbiBVUkwgPGEgcmVsPSdub2ZvbGxvdycgaHJlZj0naHR0cDovL2VuLndpa2lwZWRpYS5vcmcvd2lraS9DbGllbnQnPmh0dHA6Ly9lbi53aWtpcGVkaWEub3JnL3dpa2kvQ2xpZW50PC9hPiBOcWNHazlONFd3MXhRempTV2tnRWxTQTdMa01hbG9OWTlQYUpPb2dHZkI5VjJpSnNTUHg4ZFg0cGRKcG9YN2l4TmlCNndpRTRKZVNGTTVYYU1QOHFJMmFMRlBaOE5kVjRsWFogQ2xpZW50KHMpIG9yIFRoZSBDbGllbnQgbWF5IHJlZmVyIHRvOiBDbGllbnQgKGNvbXB1dGluZyksIGhhcmR3YXJlIG9yIHNvZnR3YXJlIHRoYXQgYWNjZXNzZXMgYSByZW1vdGUgc2VydmljZSBvbiBhbm90aGVyIGNvbXB1dGVyLiBDdXN0b21lciBvciBjbGllbnQsIGEgcmVjaXBpZW50IG9mIGdvb2RzIG9yIHNlcnZpY2VzIGluIHJldHVybiBmb3IgbW9uZXRhcnkgb3Igb3RoZXIgdmFsdWFibGUgY29uc2lkZXJhdGlvbnMuIENsaWVudCwgaW4gdGhlIHN5c3RlbSBvZiBwYXRyb25hZ2UgaW4gYW5jaWVudCBSb21lLCBhbiBpbmRpdmlkdWFsIHByb3RlY3RlZCBhbmQgc3BvbnNvcmVkIGJ5IGEgcGF0cm9uLiBDbGllbnQgc3RhdGUsIHdoaWNoIGlzIGVjb25vbWljYWxseSwgcG9saXRpY2FsbHksIG9yIG1pbGl0YXJpbHkgc3Vib3JkaW5hdGUgdG8gYW5vdGhlciBtb3JlIHBvd2VyZnVsIHN0YXRlTnFjR2s5TjRXdzF4UXpqU1drZ0VsU0E3TGtNYWxvTlk5UGFKT29nR2ZCOVYyaUpzU1B4OGRYNHBkSnBvWDdpeE5pQjZ3aUU0SmVTRk01WGFNUDhxSTJhTEZQWjhOZFY0bFha

Contact US gembusembokmu.ga:

Contact US gembusembokmu.ga is +62 8953 7923 4639

Link Post and Page gembusembokmu.ga:

Patner gembusembokmu.ga:

(c) 2016 - 2017 gembusembokmu.ga